Kreativitas Kuliner dalam Bazaar Mall

<img class=”bm-blog-post” style=”padding: 0;border: 0;” src=”https://www.blogmint.com/frontendUtil/openPage?page=blog-post-read&oId=4fdc01618b8b415991734fb7d91db3ed&uId=5cd6aeefa71b45d79d10d64f397deb48&count=1&image=one-pixel.png”/&gt;

Kembali ke tanah air setelah tinggal di negeri orang selama hampir 1 dekade sempat membuat saya merasa ketinggalan zaman di negeri sendiri, terutama dengan perubahan yang terjadi di depan mata saya.

Menjamurnya aneka bazaar di dalam mall-mall di Jakarta yang seiring dengan meledaknya jumlah pengguna media sosial adalah salah satunya. Yang menarik adalah mayoritas para pesertanya adalah merek-merek lokal yang belum banyak beredar di pasaran. Terlebih, cukup banyak dari pemiliknya adalah pengusaha-pengusaha muda berusia dibawah 40 tahun dari berbagai latar belakang. Tidak saya sangka ternyata banyak kawula muda kreatif di kampung halaman.

Saya sudah beberapa kali mengunjunginya di waktu senggang, terutama bagian F&B (Food and Beverages) untuk sekedar mencicipi jajanan-jajanan unik, apalagi banyaknya tester yang ditawarkan dari 1 booth ke booth lain. Lumayan untuk wisata kuliner dalam kota yang praktis kalau lagi bosan dengan restoran yang itu-itu lagi.

suasana bazaar.jpg

suasana bazaar sebelum ramai

Kehadiran para pengusaha muda ini memberi warna tersendiri dalam dunia F&B lokal. Nilai tambah yang mereka tuangkan dalam produknya mengingatkan kita bahwa inspirasi bisa didapat dari mana saja dan hanya langit yang dapat membatasi kreativitas seseorang.

Nilai tambah macam apakah yang mereka tampilkan? Sebelumnya, sebagai catatan, saya mencantumkan beberapa merek ini sebagai referensi, bukan endorsement.

VISUAL BIKIN LAPAR MATA

Saya dimanjakan dengan presentasi makanan dan minuman beserta kemasannya yang menarik bikin penasaran, lapar mata, dan ingin mengabadikannya dengan kamera pada smartphone saya.

Bank of Blood membuat susu segar berbagai rasa yang dikemas dalam kantong darah seperti di rumah-rumah sakit.

Mighty Choice menawarkan es krim yang disajikan dalam cup berbentuk pot bunga dengan dibubuhkan remah-remah biskuit Oreo diatasnya atau Marie Regal untuk pilihan lainnya, ditambah aksen daun parsley supaya mirip tanaman betulan.

Yang lucu-lucu dan menggemaskan, seperti martabak dalam bentuk lollipop berbentuk beruang dari Spiko Martabak dan bapao-bapao imut yang dihiasi karakter-karakter terkenal seperti Hello Kitty, Angry Birds, Minions, dan lain-lain juga menarik dilihat.

Kokenyo menampilkan biskuit berbentuk gelas yang dilapisi coating coklat di bagian dalamnya, yang dapat dituang dengan susu coklat atau susu rasa maple yang disediakan secara terpisah dalam botol kecil.

BERMAIN DENGAN RASA

Selain itu, merek-merek ini juga berlomba-lomba dalam eksperimen rasa supaya menghasilkan produk yang lebih khas.

Mie-Gyu menawarkan deconstructed mie Aceh. Dengan mempertahankan keaslian makanan khas Aceh ini dengan 17 macam bumbu dasar, mie ini menggunakan daging sapi wagyu berkualitas tinggi yang empuk dan juicy.

mie aceh

Mie-Gyu

Berbagai rasa yang akrab di lidah kawula muda, seperti red velvet, green teabubble gum, tiramisu, serta merek-merek kudapan dan olesan roti yang mendunia seperti Oreo, Nutella, Toblerone, Speculoos, Ovomaltine dan Kit-Kat mudah dijumpai dalam aneka jajanan tradisional, misalnya nastar dari Nonanoni, kue cubit dari The Cubite, martabak dari Spiko Martabak, dan banyak lagi.

mochi.jpg

Mocha Mochi

Cemilan mancanegara seperti brownies dan mochi pun ikutan dimodifikasi. Sebagai contoh, Mocha-Mochi membuat mochi isi keju, Speculoos dan Ovomaltine yang belum tentu ada di negeri asalnya.

kue cubit

The Cubite

Produsen-produsen susu segar seperti Micu dan Bank of Blood misalnya, juga telah melakukan langkah serupa, sehingga varian rasa susu lebih dari sekedar coklat, stroberi, vanilla dan pisang.

Lidi, jajanan favorit saya semasa SMU pun menjadi “korban”. Lidi Geli dan Casciscus adalah beberapa contoh yang mengembangkan variasi jajanan anak sekolahan ini dengan perisa barbeque, keju hingga seaweed atau rumput laut.

Tak ketinggalan, Tea Amo menyajikan gelato atau es krim a la Italia dengan bahan dasar teh. Walaupun saya pribadi pernah mencoba menu sejenis di tempat lain, saya akui Tea Amo mempunyai rasa yang lebih variatif dengan after taste teh yang lebih kuat dan tidak terlalu manis. Thai tea, green tea, earl grey tea, sakura tea, jasmine tea dan vanilla tea kini tidak harus dinikmati dalam wujud cairan saja.

HEALTH CONSCIOUS

Doyan jajan dan minuman manis tidak selalu harus mengorbankan kesehatan dan menjadi gemuk karena dapat memilih yang terbuat dari bahan segar, tanpa pengawet dan pemanis buatan.

The Black Lemonade dari Yourganic misalnya, menggunakan daun stevia untuk memberikan rasa manis pada minuman yang populer untuk menu detox itu. Susu almond-nya pun menggunakan kurma sebagai bahan pengganti gula. Organicrush, Colby’s Farm dan peserta bazaar lainnya juga melakukan langkah serupa untuk produksi susu almond mereka.

lemon charcoal

The Black Lemonade dari Yourganic

Cold-pressed juice diakui lebih baik daripada jus yang diproses dengan blender karena tidak menimbukan panas sehingga kandungan nutrisi tidak hilang. Euphoric dan Miruvor memadukan berbagai jenis buah atau sayur untuk menghasilkan rasa yang variatif tanpa gula, bahkan tanpa tambahan air lagi.

Dengan teknik hot air frying, kripik buah dan sayur Kripps tetap renyah tanpa minyak berlebihan dan menjaga kandungan nutrisi yang ada. Karena tidak menggunakan tambahan gula lagi, maka terkadang ada potongan buah yang lebih manis atau asam dari yang lainnya tergantung dari rasa buah aslinya.

kripik buah

Kripik Buah Kripps

Overnight oats dari Trimeats menambahkan bahan-bahan yang tidak lazim dalam oatmeal, seperti cottage cheese, rum, mascarpone serta bubuk matcha atau green tea  untuk menghasilkan rasa-rasa unik, mulai dari tiramisu, black forest, blueberry cheesecake hingga matcha latte. Bahkan, oatmeal ini juga menjadi bahan alternatif nasi untuk menu healthy nasi goreng atau cray oat.

Daritidara menawarkan chiamix, puding sehat dengan menggunakan bahan dasar chia seeds yang kaya serat dan kalsium dengan rasa strawberry banana, organic blueberry, mango, dan pineapple.

BUKA TOKO DI MALL DENGAN MODAL TERBATAS

Acara yang biasa digelar dari Rabu atau Kamis dan berakhir hari Minggu ini selain menjadi tempat bersosialisasi kawula muda sambil berpetualang mencicipi aneka jajanan unik, juga memberi peluang emas bagi pemain baru di bidang F&B yang modalnya terbatas atau merek yang sudah ada tetapi ingin tes market sebelum merambah ke mall.

Para penyelenggara bazaar, yang umum disebut EO (Event Organizer), seperti Market & Museum, Local Fest Id, Jakarta Culinary Passport dan beberapa lainnya, menyewa lokasi tertentu di dalam pusat-pusat perbelanjaan, terkadang ada juga EO yang mengadakan di gedung perkantoran. Kemudian membaginya menjadi beberapa booth yang disewakan dengan kisaran harga antara Rp. 4,5 juta hingga 6 juta selama 3 sampai 4 hari untuk pasaran Jakarta.

Tentunya, harga sewa ini jauh lebih terjangkau daripada menyewa ruangan langsung dari pengelola mall yang mencapai Rp. 600 ribu bahkan Rp. 100 ribu per meter persegi untuk mall di Jakarta kelas menengah keatas. Apalagi, ada syarat luas ruangan minimum yang harus diambil dengan jangka waktu tertentu, mulai dari 1 hingga 5 tahun, yang memberatkan para pemain baru yang masih dalam tahap merintis.

Sebagai tambahan, bazaar-bazaar ini sudah mulai menyebar ke kota-kota besar lain di Indonesia, misalnya Surabaya.

INSTAGRAM, MEDIA SOSIAL TERPOPULER

Kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter serta Instagram tak dapat dipisahkan dari para pelaku usaha ini sebagai sarana berjualan, apalagi rata-rata mereka tidak mempunyai outlet tetap dan bazaar-bazaar tidak setiap hari diadakan.

Dari semua media sosial yang ada, Instagram saat ini sedang menanjak popularitasnya. Banyak pelaku usaha di bazaar yang memberikan potongan harga khusus bagi para followers Instagram mereka bila bertransaksi. Bagi pengunjung yang belum menjadi follower, pada detik itu juga dapat men-tap “follow” di smartphone-nya supaya mendapatkan hak yang sama.

Hobi para kawula muda yang suka meng-upload hasil foto makanan atau minuman yang akan disantapnya ke sosial media mengakibatkan maraknya  kontes-kontes foto Instagram dengan diimingi hadiah menarik bagi pemenangnya. Cara lain untuk mengadakan kontes berhadiah adalah me-regram (aplikasi untuk sharing postingan Instagram milik pengguna lain) campaign dari merek bersangkutan sembari men-tag ke para pengguna lain, yang kemudian diundi untuk menentukan pemenangnya.

Foto-foto yang tersebar di dunia maya ini seolah-olah menjadi iklan gratis bagi para pengusaha.

BERHASIL TEMBUS PASARAN LUAS

Satu hal lagi yang membanggakan adalah keberhasilan beberapa merek yang awalnya rajin berpartisipasi di bazaar yang produknya menembus pasaran lebih luas, seperti supermarket dan toko ritel ternama, serta memiliki counter sendiri di mall di Ibu Kota.

Di masa mendatang, semoga semakin banyak munculnya pengusaha muda yang dapat memaksimalkan keberadaan bazaar atau platform lainnya, dengan berinovasi memberikan kejutan baru pada produknya, tidak hanya yang sifatnya “me-too”  yang sudah berkali-kali dipamerkan sebelumnya.

Saya pun mengharapkan para pengelola bazaar untuk tetap jeli dan selektif dalam memilih penyewanya dengan mengedepankan merek-merek lokal yang berkualitas dan variatif selain para pemain lama, agar pengunjung tidak segera bosan dan para pengusaha muda ini dapat mengembangkan sayapnya dengan dana terjangkau.

 

 

 

 

 

 

 

Tell the gal what you think...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Longreads

The best longform stories on the web

Mosul Eye

To Put Mosul on the Global Map

Just Another Photo Blog

Random musings and pictures by New York based photographer Andrew Boyle

Journeys of Len

Me, my Camera vs. the World

retireediary

The Diary of a Retiree

Dewi Nielsen

Photography

ANAKJAJAN.COM

Food - Travel - Lifestyle Blogger Based in Jakarta - Indonesia ♥Welcome to Our Blog♥

TRAVELLING THE WORLD SOLO

The ultimate guide for independent travellers seeking inspiration, advice and adventures beyond their wildest dreams

The Shooting Star

Just a girl who travels.

Always On The Way

Travel Around The World Through the Locals' Lens

Infinite belly

Life & eating in the heart of France

Anissa Syifa Adriana

An Honest Look at Philosophy of Travel

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

The Leica Meet Blog

A group. A photographic philosophy. A bunch of friends.

Once Upon Your Prime

Where You Live Happily Ever Laughter!

%d bloggers like this: